Menyibak Tebalnya Kabut Kawah Putih
MENTARI menyinari lereng Gunung Patuha di Kecamatan Ciwidey, Kabupaten Bandung, Sabtu siang yang gerah. Namun, hawa segera berubah memasuki area Kawah Putih, enam kilometer dari lereng. Di sini, terik surya tak lagi terasa. Sinarannya tak berdaya menembus tebalnya kabut yang menyelimuti air danau di puncak gunung berwarna hijau keputih-putihan itu. Elegi eksotik ratusan tahun itu kembali mengenyak.
Nama Kawah Putih yang terletak 2.194 meter di atas permukaan laut mesti diakui begitu kesohor di seantero negeri. “Sangat natural. Sensasi hutan tropis dan panorama kawahnya eksotik. Pantas menggambarkan keindahan pernikahan,” ujar Jonathan (32), pegawai swasta asal Jakarta yang sedang mengambil foto pra-pernikahan bersama calon istrinya, Yunita (32).
Seiring ramainya kawasan yang pertama kali ditemukan FW Junghuhn pada 1837 ini, pedagang kaki lima mulai berdatangan. Mereka mencoba mengais rezeki dari wisatawan. Hal ini menimbulkan dilema bagi pengelola wanawisata karena lambat laun kehadiran pedagang hingga ke bibir kawah menjajakan dagangan mulai dikeluhkan wisatawan.
Posted: June 13th, 2010 under Wisata Alam.
Tags: kawah putih
Comments: none

